Jayanesia, Desember 2024
Menyikapi adanya isu “Parcok” yg dilontarkan partai PDIP, Ketua Umum DPP Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan yang juga eks tapol dan napol 2019 memberikan tanggapan pedas akan opini yg dibangun Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto maupun Dedi Sitorus. Sebaiknya PDIP dalam hal ini lebih instrospeksi diri sebelum bicara. Institusi Polri maupun TNI adalah Institusi negara yg independen dan sudah ada aturan jelas yg melarang Institusi tersebut terlibat dalam politik praktis, dan jika ini terjadi tentunya akan sangat berbahaya sekali bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Munculnya rumor ini tentunya PDIP sendiri lah yang memulainya dan lebih tahu apa yg sebenarnya terjadi, bukankah selama 10 tahun sebelumnya PDIP menjadi partai berkuasa dinegeri ini, dan PDIP telah 2 kali memenangkan pemilu yaitu tahun 2014 dan 2019 yang begitu sangat kontroversi. Terlebih lagi pemilu 2019 banyak sekali anak-anak bangsa yang di tangkap dan di penjara karena menuntut transparansi pemilu yg jurdil. Kami ini adalah korban dari kebijakan politik kalian, jadi jangan juga kalian justru yang paling ribut ketika kalian kalah dalam pilpres 2024 dan juga pilkada serentak yg baru digelar kemarin, itu namanya tidak fair, ujar H. Kurniawan yang biasa disapa Iwan, serta menuduh institusi Polri dan TNI terlibat pengkondisian dan berpihak kepada kelompok pemenang.
Kami yang sudah jelas-jelas dikriminalisasi saja tidak seribut kalian kok, imbuh H Kurniawan mantan Napol 2019. Tolong kawan-kawan PDIP untuk dapat lebih dewasa dalam menyikapi kekalahan ini dan instrospeksi kenapa bisa ditinggalkan konstituen kalian. Kalau boleh saya ikut berbicara, kesombongan dan jumawanya elite – elite kalian sendirilah yg membuat partai PDIP ditinggalkan para pendukungnya.

Jika bicara kecewa, kamipun sampai saat ini masih sakit hati dan menyesal dengan pemerintahan PDIP saat itu, jangan ketika kalah, kalian membuat opini Polri dan TNI tidak netral, jika kami ingin beropini pemilu 2019 itu pemilu terbrutal dan penuh kontroversi, tapi kami tidak ribut kok, kami terima dan jalani semua kenyataan yg terjadi , ungkap Iwan. Kamipun tetap setia kepada Bapak Prabowo meskipun timbul kesan pengabdian kami dan kesetiaan kami kepada perjuangan Bapak Prabowo masih belum dipandang sebelah mata, tetapi kami sadar kepentingan negara diatas segala- galanya, juga kami berharap Bapak Prabowo bisa membuka diri dan bersedia menemui kami sebagai anak-anaknya yang tetap setia serta akan tetap mengawal dan mendukungnya dalam situasi bagaimanapun . (Jay)
