Pemkab Lamteng Berencana Menutup Parit Belakang Pasar BJP

Lampung Tengah, JAYANESIA.COM
Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setkab Lampung Tengah (Lamteng), bersama beberapa Kepala Satuan Kerja lainnya di Pasar Bandarjaya Plaza (BJP), Senin (25/11), pemerintah daerah berencana akan menutup saluran pembuangan limbah, yang terletak di belakang pasar.

Wacana ini disampaikan Asisten Bidang Ekbang, Rusmadi, kepada para Kepala Satker yang hadir disela-sela kegitannya kemarin. Ia berasumsi hal tersebut akan memperlancar aliran air, baik yang dari dalam dan pedagang langsung masuk ke parit yang terletak di sisi kanan dan kiri bangunan pasar.

Karena endapan air yang ada dalam parit belakang pasar, adalah genangan air yang tidak mengalir akibat tumpukan sampah pedagang, akibatnya jadi genangan air kotor dengan tumpukan sampah, yang mengakibatkan banjir dan bau busuk menyengat.

Tetapi, kata Rusmadi, ini baru sebatas wacana dirinya pribadi, mengenai tindak lanjutnya akan seperti apa nanti akan dibicarakan di tingkat pimpinan, dengan melibatkan semua instansi terkait, karena untuk penanganan limbah pasar akan melibatkan beberapa Satker lainnya, seperti Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Dinas Cipta Karya dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Ya ini baru sebatas wacana saya pribadi, untuk selanjutnya nanti kita bicarakan lagi, cari solusi penanganan bersama-sama baiknya bagaimana. Karena persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Perdagangan sendiri, tapi ada beberapa Satker lain, nanti kita duduk bersama untuk membicarakan hal ini,” kata Rusmadi.

Dalam Sidak itu hadir juga Kepala Satker lain, yaitu Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Abu Khaiyan. Kepala Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD), Makmuri. Kepala UPTD Pasar BJP, Hendri Irawan SP., Lurah Bandarjaya Timur, Usman Fauzy. dan para petugas kebersihan.

Pada kesempatan itu, sempat dilakukan upaya pembersihan parit dengan menggunakan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari BPBD, beberapa kali dicoba dengan menyemprotkan air ke dalam saluran parit, namun usaha tersebut tidak berhasil, karena semburan air tidak mampu mengalirkan sampah yang menumpuk dalam parit.

Karena upaya pembersihan tersebut tidak berhasil, akhirnya Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Lamteng, bersama UPTD Pasar setempat menggunakan upaya pembersihan manual, dengan melibatkan beberapa petugas kebersihan Pasar BJP.

“Mengenai rencana kedepan seperi apa, kita serahkan saja kepada pemerintah daerah, lebih penting saat ini kita atasi dulu masalah yang kita hadapi sekarang, agar air limbah tidak menggenang ke dalam pasar,” tegas Hendri Irawan. (Gun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *