Jakarta, Jayanesia.com | Ketua Umum KAUKUS MUDA ANTI KORUPSI (KAMAKSI) Joko Priyoski sangat mengapresiasi tindakan Menpora RI Dito Ariotedjo (11/9/2024) yang meminta Bareskrim MABES POLRI serta Kejagung RI untuk segera menyelidiki adanya dugaan Korupsi dan penyelewengan Dana PON di Sumut-Aceh tahun 2024.
“Kita menduga kuat bahwa dugaan Mark Up dan penyelewengan anggaran PON 2024 tsb berakar dan berawal dari sejak dibangunnya Venue PON di Medan tahun 2023 lalu” tegas Jojo panggilan akrab Koordinator Nasional (Kornas) KAUKUS EKSPONEN AKTIVIS 98 (KEA ’98) ini, (17/9/2024).
“Makanya kami desak BARESKRIM dan KEJAGUNG periksa pembuat kebijakannya termasuk siapa Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK atas semua bidang pekerjaan PON tsb tahun lalu”, lanjut Jojo.
“Karena menurut informasi yang beredar, bukan hanya pelayanan makanan dan fasilitas PON yang amburadul, tetapi juga Bangunan Venue PON juga yang banyak tidak sesuai rencana”, ujar Ketua Umum KAMAKSI tersebut.
“Menurut pantauan kami, kuat dugaan Mantan Gubernur Sumut Edi Rahmayadi ikut menikmati dugaan penyelewengan anggaran PON tersebut serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut yang saat ini jadi Ketua PON Baharuddin Siagian juga harus ikut diperiksa”, tegas Aktifis Alumni KNPI ini.
“Janganlah Uang Haram digunakan untuk modal menjadi Cagub dan Cabup, ntar kalau terpilih pasti korupsi lagi untuk balikin modal. Usut tuntas dugaan penyelewengan anggaran PON”, tegasnya.
“Kita segera akan surati KEJAGUNG dan BARESKRIM MABES POLRI untuk mendesak dan mendukung Aparat Hukum menindaklanjuti dugaan kasus penyelewengan anggaran PON 2024 ini agar bisa terang benderang siapa sebenarnya dalang penyebab amburadulnya penyelenggaraan PON XXI di Sumut-Aceh Tahun 2024 ini”.
“Kami akan lakukan juga aksi ke KPK RI agar ikut membantu Penyelidikan yang diajukan Menpora RI tersebut”, pungkas Joko Priyoski. (Jay)
